KALTENGNEWS, Kapuas – 5 Menit Demi Cinta, Nyawa Melayang, Sungguh malang nasib Subakir (29), warga yang memiliki alamat di KTP di Dusun Slempit Desa Kemlagi, Mojokerto, Jatim ini ditemukan tak bernyawa di DAS Sei Hyang, Desa Batapah RT. 3 Kec.Timpah, Kab. Kapuas, Kalteng, Sabtu (24/03/2018) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Timpah Iptu Syaifudin Zuhri mengatakan bahwa korban ditemukan warga mengapung tersangkut di kayu kurang lebih 35 meter dari tempat kejadian perkara.

“Kamis (22/03/2018) kemaren sekitar pukul 17.00 WIB korban Subakir yang bermaksud mandi menuju lanting sei hyang bersama saksi Dewi (19) dan Tika (35). Pada saat itu korban mengajak Tika berenang bersama namun ditolak secara halus, kemudian korban loncat ke dalam sungai sambil berenang dan berkata bahwa dirinya mampu menyelam ke dalam sungai,” ujar Iptu Syaifudin Zuhri melalui releasenya.

Korban yang pada saat itu menyelam ditunggu kurang lebih 5 menit oleh kedua saksi dimana selanjutnya Dewi langsung ke dalam jamban sedangkan Tika menunggu diluar. Setelah kurang lebih 10 menit Dewi keluar dari dalam jamban dan menanyakan kepada Tika apakah korban sudah keluar dari dalam air dijawab oleh Tika belum dan ahirnya kedua saksi memutuskan untuk menunggu korban dari atas lanting namun setelah ditunggu kurang lebih 30 menit korban Subakir tidak muncul juga.

“Khawatir akan keselamatan Subakir, kedua saksi naik ke atas untuk melaporkan kejadian kepada Usup bahwa korban yang menyelam ke dalam sungai tidak kunjung muncul. Selanjutnya Usup bersama pada warga mencari keberadaan korban yang sedang menyelam di sungai dengan berbagi cara namun hingga malam hari korban belum juga ditemukan,” papar Iptu Syaifudin menjelaskan kronologis kejadiannya.

Korban Subakir yang ditemukan warga dalam keadaan tak bernyawa pada Sabtu dini hari tersebut selanjutnya dievakuasi oleh masyarakat bersama personel Polsek Timpah untuk di bawa ke Rumah Sakit dr. Doris Silvanus Palangka Raya guna dilakukan visum.

“Dari hasil visum tersebut tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dan atas hasil koordinasi dengan keluarga korban yang tinggal di Jawa mengingat korban selama ini tinggal seorang diri di Desa Batapah sepakat untuk dimakamkan di jalan Tjilik Riwut Km. 12 Palangka Raya,” pungkas perwira dengan pangkat balok dua dipundak ini.(Kalteng News).

- Info Redaksi Kalteng News -