Ampera tegaskan nama “TUGU GUNUNG PIRAK” sebagai ikon Masyarakat Bartim

Bartim,Kaltengnews-Mengenai tanggapan dari beberapa tokoh adat dan pemuda masyarakat Bartim, mengenai penulisan dan ejaan memang harus mengacu pada adat istiadat dan budaya Dayak yang ada di Barito Timur “Tugu Gunung Pirak” itu sebutan bahasa daerahnya bukan Tugu gunung perak, tegas Ampera.

Disampikannya oleh Ampera, rencana pembangunan Tugu Gunung Pirak ini merupakan ikon bagi masyarakat Barito Timur ucapnya saat ditemui disela padatnya acara kegiatan, Kamis 6/10/2020.

“Semua wacana pembangunan tersebut dibuat sketsa oleh pihak PUPR Bartim yang rencana letaknya, di depan kantor Badan Perencanaan Daerah Bartim, di tengah simpang 4 jalur jl. Trans Kalimantan dan jl lingkar kota Tamiang Layang, km sembilan, di desa Longkang kecamatan Dusun Timur.
Lambang Tugu Gunung Pirak tersebut memiliki arti luas dan dalam adat istiadat Dayak sebagai symbol atau ikon suku-suku Dayak di Barito Timur ; antara lain Maanyan, Lawangan, Kumpai, Dusun, Ngaju, dan lainnya, dalam tatanan adat budaya bermasyarakat yang saling bersinergy satu dan lainnya”.

Ditambahkan Ampera, wacana pembangunan tugu tersebut menelan dana mencapai kurang lebih 3 miliar itu , terdiri ; 1,5 miliar dana anggaran jalan dan 1,5 miliar dana anggaran tugu inipun hasil dari sayembara.
Saya berharap seluruh masyarakat Bartim untuk mendukung dan mensupport wacana pembangunan tugu agar segera terealisasi dengan baik dan memberikan nilai kemajuan bagi pembangunan dan kesejahteraan, suatu kebanggaan masyarakat suatu kebanggaan masyarakat kita ke depan, ungkap Ampera

Saat dikonfirmasi kepada Plt. Dinas Pekerjaan Umum dan pemukiman Rakyat (DPUPR), Jumail Palanduk, Senin 10/02/2020. Wacana Tugu Gunung Pirak, kita koordinasikan pada Balai besar pengelolaan jalan nasional (BBPJN) wilayah XI Banjarmasin.

Menurutnya desain perlu ketahanan dan kualitas yang baik, kemungkinan besar menggunakan sistem “Rigid Pavement” istilah umum sebagai jalan beton, dengan tinggi tugu 20 meter dan diameter tugu 50 meter serta jalan bundaran 10 meter, kata Jumail.

Saya berharap wacana tugu dapat terealisasi sesuai yang diharapkan semua pihak dan menjadi ikon kedepan bagi kita masyarakat Bartim, pungkas Jumail (BRU/Biro Bartim)

- Info Redaksi Kalteng News -