Astaga Uang Perusahan Ratusan Juta Rupiah  Di Embat Akhirnya Pemudan ini Ditangkap Buser Polsek Dusun Tengah

KALTENGNEWS, Bartim – Polres Barito Timur – JK (22) warga Desa Ugang Sayu Kec. Gunung Bintang Awai Kab. Barito Selatan, Kalteng yang merupakan Karyawan (Sales) sebuah perusahan Sembako dan makanan ringan PT. Surya Timur Raya di Kampung Rangen RT. 39 Kel. Ampah Kota Kec. Dusun Tengah Kab. Barito Timur, ditangkap anggota Polsek Dusun Tengah karena menggelapkan uang perusahaan sebesar 250 juta rupiah.

JK berhasil ditangkap buser Polsek Dusun Tengah di tempat persembunyianya di Desa Kandui, kec. Gunung Timang, kab. Barito Utara, Kamis (11/01/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pelaku yang telah dipercaya perusahaan tempatnya berkerja tersebut berhasil mengelabui Perusahaan dengan modus mengambil uang dari para nasabah di kios dan toko yang tersebar di wilayah Bartim namun tidak disetorkan ke perusahaan dan uang tersebut sebagian sudah habis digunakan untuk berfoya-foya.

Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK melalui Kapolsek Dusun Tengah Iptu Muhammad Syafuan Nor, SIK dan didampingi Kanit Reskrim Aiptu Ricardo. H, SH dan Kasihumas Polsek Dusun Tengah Aiptu Abadi Rohmad mengatakan penangkapan tersangka berawal dari laporan korban pihak Perusahaan yang dirugikan oleh tersangka.

Setelah mendapat laporan tersebut petugas Polsek Dusun Tengah langsung melakukan lidik keberadaan tersangka yang setelah melakukan penarikan uang dari nasabah pada akhir Nopember 2017 yang lalu langsung menghilang dan tidak dapat dihubungi lagi.

“Kemaren kita mendapat informasi tersangka berada di desa Kandui, kemudian team Buser Polsek Dusun Tengah yang dipimpin Kapolsek Dusun Tengah langsung menuju Kandui dan berkoordinasi dengan Polsek Gunung Timang dan kita berhasil menagkap tersangka tanpa perlawanan,” jelas Kapolsek Iptu Syafuan kepada Tribratanews, jum’at ( 12/1/2018) pagi.

Dia menambahkan saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan petugas Polsek Dusun Tengah Polres Bartim untuk proses hukum lebih lanjut dan akan dijerat dengan Pasal 374 jo 64 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun pidana penjara. (Kaltengnews)

- Info Redaksi Kalteng News -