BUKA LAHAN TANPA HARUS MEMBAKAR DENGAN TECHNOLOGI BIOS 44

KALTENGNEWS,Palangka Raya- Keluhan petani ladang terkait larangan membuka lahan dengan cara bakar selama ini dijawab jajaran Korem 102 PP, melalui penerapan tehnologi “bios 44” yang diperkenalkan pada Rakor Pengedalian Kebakaran Hutan dan Lahan, tahun 2018, Kamis (12/4).

Menurut Letkol. Andik Siswanto tehnologi bios 44 merupakan formula bakteri pengurai dan penyubur lahan tanpa bahan kimia, selain untuk penyuburan lahan juga untuk peningakatan produktivitas perternakan dan perikanan.

Cara penerapan bios 44 setelah 12 hari dicampurkan 3 jenis material untuk menciptakan bios dengan cara menyiram ke lahan yang telah dibersihkan pasca tebas tebang atau dengan sistem mekanis. Setelah satu (1) minggu baru bisa ditanam, terang Andik.

Tiga jenis campuran untuk menciptakan bios 44 dimaksud antara lain bakteri satu botol kecil, 7,5 krim bios, satu bungkus molusa untuk makanan bakteri agar formula bios 44 bisa jadi pupuk organik murah namun memiliki daya penyubur yang luar biasa.

Setelah 12 hari formula bisa digunakan, untuk 1 ha lahan padi ladang atau sawah cukup 40 liter. Per liternya cukup dicampur air 20 liter. Sedangkan untuk jenis tanaman lainnya ada takaran tersendiri, imbuhnya.

Tehnologi bios 44 sudah diterapkan di beberapa provinsi di Pulau Sumatra terutama Jambi dan Riau untuk lahan gambut sangat dianjurkan, pasalnya setelah bahan bios 44 disiram ke lahan maka sulit terbakar.

Untuk Kalteng pihak Korem masih mencari lokasi untuk uji cobanya, sehingga kalau telah berhasil akan diterapkan bagi seluruh petani yang membuka lahan baru maupun lama agar lebih subur.

Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sendiri dibuka langsung Plt.Sekda Kalteng Fahrizal Fitri yang diikuti seluruh Bupati se-Kalteng, jajaran Korem, Kodim, Polres se-Kalteng,.BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota dan instansi terkait lainnya.(YKS/kaltengnews)

 

 

- Info Redaksi Kalteng News -