Diduga oknum Pol PP Kobar lakukan Pemerasan

Pangkalan Bun – Kaltengnews-Ditengah semua Lini sibuk melakukan giat pemutus mata rantai penularan wabah Corona, namun beberapa oknum Pol PP Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) gencar juga memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi.

Berawal dari penuturan beberapa korban yang diduga akibat Pemersan oleh oknum Pol PP Kobar dalam lingkup dari Januari tahun 2020 sampai Mei 2020 ini kepada beberapa awak media, atas kejadian yang menimpa mereka.

Salah satunya wanita paruh baya berinisial TR ini merasa diperdaya oleh beberapa oknum Pol PP Kobar lantaran dipaksa menyediakan uang senilai 3 juta rupiah di malam itu juga, dan jika dia tidak menyediakan uang tersebut maka dirinya diancam akan dikurung di sel sampai tanggal dipersidangkan.

“Saya ini tidak tahu hukum pak, jadi manut saja. Kalau kata pak Pol PP itu, saya harus menyerahkan uang Jaminan sebesar 3 juta Rupiah di malam itu juga, jika tidak saya akan dikurung sampai waktu persidangan dilaksanakan.” Ujar TR.

Masih menurut dia, “kejadian itu tanggal 30 April 2020, sekitar jam 9 malam, warung kopi saya masih buka, dan orang masih duduk2 minum Kopi.
Tapi kami dipaksa ke kantor Pol PP bersama mbak yg ngontrak barak di belakang rumah saya, namun suaminya belum datang, lagi nyopir truk, masih ngeret, berangkat pagi sekitar jam 7 pulang pasti malam.

Kami dipaksa mengakui apa yang tdk sebenarnya terjadi. Dan akhirnya dengan segala upaya, ngutang sana ngutang sini, sampai dinihari cari utangan, dan saya serahkan uangnya, setelah itu saya disuruh tanda tangan dikertas yang bertuliskan tanggal 12 April, sampai ini saya tidak paham maksudnya.

Hanya saat itu beliau bilang, cukup disini saja yah, dan seingat saya pada saat itu yang ada menghadapi kami cuman pak Sukoco, pak Muksin, dan beberapa lagi yang tidak saya kenal, bahkan menurut mereka, pak danton juga ada.” Timpal TR.

Terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP, Majerum, mengatakan bahwa, mereka ini memang melakukan praktek prostitusi di sana dan itu akan segera ditutup. Uang jaminan itu saya jamin ada, dan “uang 3 juta Rupiah itu sebagai uang jaminan, supaya kami bisa merproses.” Papar nya.

Masih menurut Majerum, “akan kami lakukan pemeriksaan dan dibuat berita acara sampe dengan tahap persidangan dan tidak menutup kemungkinan muncikarinya itu akan dipenjarakan. Tambah nya.

Sewaktu ditanya, _’berapa kasus terkait protitusi sudah yang ditangani dari bulan Januari 2020 sampai Mei 2020 ini yang masuk datanya di bidang Perda dan sampai disidangkan?’_

Majerum mengakui untuk prostitusi hanya satu kasus yang baru ini saja, sambil ekspresi kebingungan kasat Pol PP ini melemparkan ke Korlap yang mendampinginya.

Padahal, hasil konfirmasi di lapangan, sejak Januari 2020 sampai Mei 2020 ini kurang lebih 13 kasus yang sudah ditangkap Satpol PP Kobar .

Ironis memang, Kasat Pol PP Kobar ini hanya mengetahuwi cuman 1 kasus prostitusi yang ada, entah senghaja mau menutupi ulah anakbuahnya ataukah memang oknum Satpol PP Kobar yang mau coba – coba mencoreng nama baik kinerja SKPD mereka sendiri. (yudi/Kobar)

- Info Redaksi Kalteng News -