Full Day Masih dikeluhkan Orang Tua

KALTENGNEWS,Pulpis-Pelaksanaan Full Day School yang diberlakukan bertahap di beberapa sekolah di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah masih menuai pro dan kontra bagi para orang tua.Ada yang menyambut baik dan ada pula kurang begitu setuju,keluhan dari para orang tua yang disampaikan adalah masih dibebankannya Pekerjaan Rumah (PR) kepada peserta didik serta masalah makan siang pelajar yang menempuh pendidikan hingga sore hari.Dan apakah pihak sekolah sudah siap untuk menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan peserta didiknya dalam memenuhi kebutuhan para murid, karena jam siang atau makan siangnya dimana,dan kalaupun disediakan apakah dengan biaya yang terjangkau?

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau, Hj.Aminah mengaku dirinya sudah mengetahui bahwa kebijakan Full Day School di beberapa sekolah tahun ini pasti akan menimbulkan pro dan kontra dari para orang tua.
“Program Full Day School ini adalah kebijakan dari pemerintah pusat dan Dinas Pendidikan setempat.

Diterangkan Aminah, untuk tahun 2018 sekolah yang kembali melaksanakan Full Day School secara bertahap adalah SDN Pulang Pisau 7, SDN Pulang Pisau 5 dan SMPN-1 Kahayan Hilir.Untuk masalah Keluhan dari para orang tua tentunya akan menjadi masukan bagi pihaknya agar pelaksanaan kebijakan Full Day School bisa berjalan sesuai apa yang kita harapkan.Terkait dengan masalah pekerjaan rumah (PR) yang dibebankan kepada peserta didik, Aminah menegaskan agar guru tidak memberikan PR kepada pelajar.
Ia juga mengingatkan agar para guru bisa memanfaatkan waktu yang cukup lama di sekolah untuk melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan tanpa membebankan lagi kepada peserta didik di luar jam tersebut.

“Saya berharap guru tidak lagi memberikan pekerjaan rumah yang memberatkan bagi peserta didik,Melalui Program Full Day School, beber Aminah, salah satunya bertujuan agar waktu libur digunakan untuk peserta didik berkumpul dengan keluarga dan lingkungan sosial.Pada waktu libur ini lah para orang tua bisa dekat dengan anak-anaknya dan tentu juga akan ada unsur pendidikan yang timbul di luar dari proses belajar mengajar di sekolah,” demikian Aminah.(Romi/KALTENGNEWS)

- Info Redaksi Kalteng News -