Jelang Pilkada 2020 dan Tangkal Radikalisme Polres Kotim mengikuti Tausiyah Kebangsaan secara Virtual

Polda Kalteng ,Kaltengnews –Polres Kotim-Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Kalteng dan Bupati Kotawaringin Timur, Pejabat Utama Polres Kotim dan perwira staf mengkikuti Tausiyah Kebangsaan yang diadakan Polda Kalteng secara Virtual, bertempat di Aula Mapolres Kotim Jl. Jend. Soedirman Km. 0 Sampit Kab. Kotim Prov. Kalimantan Tengah. (21/08/2020).

Kegiatan Tausiyah Kebangsaan tersebut diikuti oleh Kapolres Kotim Akbp. Abdoel Harris Jakin, S.I.K, M.Si didampingi oleh Waka Polres Kotim Kompol. Aziz Septiadi, S.H.,S.I.K,M.H beserta para Kabag, Kasat dan Perwira staf Polres Kotim kemudian diikuti pula oleh Polsek jajaran di Mako masing-masing.

Kegiatan keagamaan tersebut yang dipimpin Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Drs. Indro Wiyono, M.Si., tersebut mengundang Komandan Densus 99 Asmaul Husna Banser, Habib Mohammad Nuruzzaman dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama M. Najih Arromadloni sebagai Narasumber Tausiyah.

Dalam materi Tausiyah bahwa Radikalisme agama yang intinya sudah dimanfaatkan untuk kepentingan Politik sudah muncul sejak meninggalnya Rasululloh Muhammad.SAW, berkembang terus hingga merebak ke Indonesia secara politik dengan adanya 3 paham haluan (syiah, khawarij dan Aahlussunnah waljamaah) dimana faham Salafi/Wahabi sebagai Embrio Radikalisme dan Intoleransi, hingga bermuculanlah organisasi-organisasi yang bertujuan untuk merongrong Ideologi Pancasila yang kita anut, untuk bisa menjadi Negara Khilafah atau Daulah Islamiyah.

Dikaitkan dengan era euphoria sekarang Tren Media sosial yang menjadi rujukan/tempat belajar agama dan Semangat beragama yang cukup tinggi, namun pemahaman terhadap agama di masyarakat yang masih rendah, maka sangat mudah untuk terinfiltrasi Radikalisme dan Intoleransi tersebut, sesuai dengan kehendak Politik oknum-oknum yang mempunyai kepentingan.

Adanya Polri sejak kemerdekaan negeri ini, semangat nasionalisme adalah nilai dasar dari Polisi Indonesia, Dengan sendirinya nilai-nilai kebangsaan adalah jiwa dari seluruh kinerja Kepolisian, Tugas Kepolisian di seluruh wilayah Indonesia yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

TNI dan Polri adalah merupakan tulang punggung Negara dan Organisasi tersolid sampai dengan saat ini, maka janganlah sampai terpapar faham Radikalisme dan Intoleransi, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ttp)

- Info Redaksi Kalteng News -