LAUT KALTENG POTENSIAL JADI SUMBER PAD

KALTENGNEWS. Palangka Raya, – Laut Kalteng dengan panjang pantai mencapai 7.500 km potensial sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalteng. Namun selama belum dikelola dengan baik dan belum memberi kontribusi bagi daerah.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kalteng Ir.Artaban usai kunjungan kerja tim penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) retribusi jasa usaha dan perijinan tertentu, DPRD Provinsi Kalteng ke Kementrian Kemaritiman Republik Indonesia, Rabu (28/3).

Dijelaskan dalam UU No. 23 Tahun 2014 pasal 27, menyebutkan kewenangan kabupaten mengelola laut kini beralih ke Pemerintah provinsi. Semula Kabupaten berhak mengelola 0-4 mil laut, kini setelah dikelola provinsi menjadi 0-12 mil laut.

Ketua Komisi D DPRD Kalteng Ir.Artaban menyebutkan, kunjungan kerja yang dilakukan ke Kementrian Kemaritiman kemarin, mengispirasikan tim penyusunan raperda.

Masukan tersebut akan dijadikan bahan pembahasan, dalam penyusunan raperda retribusi jasa usaha dan perijinan tertentu di Kalteng, khususnya retribusi bidang kemaritiman atau kelautan. Jadi tinggal mencari investor bidang kelautan, namun bekerjasama dengan Kabupaten pemilik wilayah dimaksud, paparnya.

Dijelaskan belajar dari Provinsi Kepulauan Riau yang berhasil meningkatkan PADnya sebesar Rp 6 triliun pertahun, hanya dari sektor kemaritiman. “Kenapa tidak, jika ada suatu daerah yang telah berhasil mengelola sektor kemaritiman, dapat ditiru oleh pemerintah provinsi,” imbuhnya lagi.

Potensi ini dan dengan adanya inspirasi tersebut, maka tidak ada salahnya pemerintah provinsi mengupayakan, agar sektor kemaritiman di Kalteng dapat memberikan kontribusi kepada peningkatan PAD.

Hj Agus Susilasani yang juga merupakan bagian dari tim raperda retribusi menyatakan, ada 5 (lima) hal yang dapat menjadi sumber pemasukan PAD, dari sektor kemaritiman meliputi labuh jangkar, jasa tunda, jasa pandu, moring dan persampahan.

Sejauh ini dipaparkan Kalteng belum ada fasilitas jasa pelayanan kepada 4 (poin) yang disebutkan sebelumnya, maka hanya ada satu poin yang paling memungkinkan, dapat ditarik menjadi sumber retribusi PAD Kalteng, “yakni labuh jangkar di radius 0-12 mil dari bibir pantai”, Ucap nya. (Kalteng News/YKS)

- Info Redaksi Kalteng News -