Mantan Direktur Rumah Sakit Angkat Bicara Mengenai Penarikan Kendaraan Dinas

KALTENGNEWS, Pulang Pisau – Penarikan aset daerah kabupaten pulang pisau yang khususnya kendaraan bermotor roda empat dan roda dua terdensius ada kaitannya dengan unsur-unsur politik. Hal itulah yang disampaikan oleh Dr.Frans saat beliau angkat bicara dirumah dinas istrinya.

Mantan direktur Rumah Sakit Pulang Pisau akrab dipanggil dokter frans itu ,saat dibincangi KALTENGNEWS menceritakan tentang beredarnya berita penarikan paksa mobil dinas oleh pihak Pemerintah daerah dan SATPOL PP beserta pihak-pihak terkait,yang selama itu terparkir di depan rumah dinas istrinya wajib dipertanyakan. Beliau(Frans)mengakui seyogyanya sesuai regolasi orang yang sudah purna tugas seperti dirinya agar mengembalikan aset daerah seperti mobil dinas kepada pemerintah daerah,akan tetapi beliau mempunyai beberapa pertimbangan sebagai bahan indikator yaitu, mobil dinas bisa dipinjam oleh purna tugas dan pihak umum atau purna tugas bisa memiliki secara pribadi mobil dinas tersebut dengan cara proses pelelangan.

Frans menambahkan selain itu
dalam penarikan mobil dinas tersebut,maka akan ada komonikasi tentang beberapa hal yang berkaitan tentang aset-aset tersebut apabila dalam komonikasi tersebut terdapat kejanggalan,maka jelas hal itu merupakan ada hubungannya dengan unsur-unsur politik dan tebang pilih Yang perlu dipertanyakan tentang kinerja sekretaris daerah bukan cuma yang ada padanya saja akan tetapi kendaraan-kendaraan lainnya juga beberapa kendaraan dinas baik itu kendaraan roda empat ataupun kendaraan roda dua,apakah sudah ditarik kendaraan dinas tersebut dan jangan yebang pilih pintanya.

“Kendaraan-kendaraan mereka yang sudah lama purna tugas sebelum dirinya ia menyebutkan beberapa nama yang belum ada tindakan ketegasan dari pihak Pemerintah daerah Kabupaten Pulang Pisau atau dari sekretaris daerah untuk penarikan kendaraan dinas mereka tersebut seperti, H.Nurdin mantan anggota DPRD yang sudah purna tugas dari partai golkar, bahkan mobil dan sepeda motor dinasnya dari plat merah dirubah menjadi plat hitam, kemudian pak Nedi Yunepi dari purna tugas sebelumnya jadi kadis dan sekarang menjadi salah satu wakil partai golkar,mobil dinasnya pun belum ada ketegasan yang jelas untuk penarikan, dan kemudian pak karlin yang sudah purna tugas yaitu mantan kepala bapeda, mobil operasional istri dari wakil bupati darius dupa yang dulu kemudian pak Oktoberiman mantan kadis kemudian kadis Dukcapil dan masih banyak lagi yang perlu ditelusuri ungkapnya”.

Dokter frans juga menyinggung pokok masalah tentang WTP, karena hal itu juga berkaitan dengan aset-aset daerah, apabila ada suatu penghargaan kepada Bupati pulang pisau sekarang, maka jelas harus dipertanyakan,apakah laporan-laporan tata kelola pemerintahan sesuai dengan fakta atau cuma rekayasa, yang jelas seperti membenahi semua aset yang dikantor SKPD atau OSPD,kalau aset itu didapati tidak tertib secara adminitrasi,maka laporan-laporan pemerintahan daerah tersebut tidak dibenarkan,tambahnya sebagai contoh seperti aset-aset berupa kendaraan-kendaraan dinas,dan itu jelas ada suatu celah yang ceroboh hendaknya diungkap”.pungkasnya.(RH/kaltengnews)

- Info Redaksi Kalteng News -