Oknum Pendeta Cabuli Anak Di Bawah Umur

 

KALTENGNEWS,Lamandau – Polres Lamandau – Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Lamandau. Bahkan kali ini pelakunya adalah seorang oknum pendeta di Kota Nanga Bulik bernama Bambang Suminta (68). Korbannya juga tidak tanggung-tanggung, diduga lebih dari tiga anak di bawah umur.

 

Terbongkarnya kedok manis dan baik hati pria yang sering dipanggil bue’ (kakek,red) ini berawal dari ibu korban yang menerima sms dari pelaku berisi “bpk.mau cari istri, dan AP (inisial korban,red) cinta mati. Kalau ijinkan. Dan akan buka usaha yang sama di samping rumah pak gato. Kontrakannya habis ahir bulan”. Karena merasa aneh, ibu korban kemudian menanyakan anaknya AP (13) yang duduk di bangku kelas 6 SD tersebut.

 

Tetapi saat ditanya kepada anaknya,  AP memilih diam dan tidak menjawab.  Tak habis akal dan merasa curiga, ibu korban menanyakan pembantunya yang dekat dengan anak-anaknya.  Dari orang tersebut, barulah ia mengetahui jika selama ini anaknya telah menjadi korban pencabulan dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Lamandau, Senin (22 /1/2018).

 

Dari hasil pemeriksaan awal sementara, diketahui tempat kejadian perkara berada di beberapa lokasi dan korbannya juga bukan hanya AP,  tetapi kedua adiknya JG (12) dan JD (10) juga menjadi korban kakek bejat ini.

 

Setelah mendapat keterangan korban dan saksi serta cukup bukti, Unit Satreskrim Polres Lamandau dipimpin olek Bripka Sutrisno langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada kamis (25/1) petang lalu sekitar pukul 17.30 WIB di depan sebuah toko di Jalan A.Yani kelurahan Nanga Bulik. Tanpa perlawanan pelaku langsung digiring ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan.

 

Kapolres Lamandau AKBP Andika K. Wiratama melalui Ps. Kanit III Satreskrim Bripka Sutrisno Saat dikonfirmasi Tribratanews.kalteng.polri.go.id. mengungkapkan, pria yang kesehariannya selain sebagai Pendeta juga berdagang bensin dan memiliki empat kios tersebut sebelum melakukan aksinya, lebih dulu memperlihatkan video porno kepada korbannya. Kemudian pelaku memasukan jarinya ke bagian kewanitaan korban.

 

“Pernah pada saat korban tidur didepan TV, tiba-tiba korban terbangun karena merasa ada jari pelaku yang masuk ke dalam kewanitaan korban. Kemudian korban melihat barang pelaku yang keluar melalui samping celana pendek dan keesokan harinya korban merasa bagian kewanitaannya sakit,” tuturnya.

 

Memang dalam kesehariannya pelaku tersebut sering menggunakan celana pendek dan tidak menggunakan celana dalam. Aksi bejat  tersebut dilakukannya sebanyak 10 kali bersama korban AP dengan lokasi berbeda-beda,  yakni di kios depan cucian marcel, kios di sebelah rumah Gato, kios triana 4 , dan di BTN.

 

“Korban mengalami pencabulan sejak bulan November 2017 sampai dengan 16 Januari 2018, dengan cara dicium, dicupang dan diraba dadanya sampai dengan memasukan jarinya pelaku ke bagian kewanitaan korban sebanyak tiga kali,” bebernya.

 

Namun pria yang biasa dipanggil Bue’ oleh anak-anak ini tidak pernah mencabuli korbannya secara bersamaan akan tetapi secara bergantian berselang hari. Jika hari ini bersama AP, keesokan harinya bersama JG dan lusa bersama JD.  Anak-anak yang menjadi korban ini juga tidak pernah mengadukan langsung kepada orangtuanya, karena hampir setiap hari usai melalukan aksinya tersebut korban diberi uang Rp 5 ribu-10 ribu, bahkan AP juga dibelikan sebuah handphone.

 

Kapolres Lamandau menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman, karena salah satu korban dan pengakuan pelaku, masih ada empat anak lagi yang juga menjadi korban.

 

“Kita masih melakukan penyidikan, belum diketahui apakah korbannya hanya tiga, tujuh atau bahkan lebih, yang jelas saat ini pelaku sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan,” pungkasnya (kaltengnews)

- Info Redaksi Kalteng News -