Polres Bartim Bekuk Pelaku Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur

KALTENGNEWS, Barito Timur – Polres Barito Timur, AS (19) warga Desa Magantis Kec. Dusun Timur Kab. Barito Timur (Bartim), Kalteng tidak berkutik ketika petugas Satreskrim Polres Bartim menyergapnya saat berada di rumah orang tuanya di Desa Magantis, Jumat, (05/1/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Penangkapan pelaku persetubuhan anak dibawah umur ini dipimpin langsung Kasatreskrim AKP Andhi Kurniawan, S.Pd, SIK.

Sebelumnya Satreskrim Polres Bartim menerima laporan dari orang tua korban yang tidak terima atas perbuatan tersangka kepada putrinya RY yang baru berumur 15 tahun.

Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK melalui Kasatreskrim Polres Bartim saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Benar, saat ini pelaku telah kita amankan untuk proses pemerikasaan dan proses hukum lebih lanjut,” kata AKP Andhi.

Berdasarkan informasi yang didapat media tribratanews, kejadian tersebut terungkap ketika seorang kerabat orang tua korban memperlihatkan sebuah video rekaman persetubuhan antara tersangka AS dan RY anaknya.

Kaget mengetahui video tersebut adalah anaknya, orang tua korban langsung menanyakan kepada RY. RY mengaku bahwa benar kejadian tersebut dan terjadi pada bulan Desember 2017 sekitar pukul 05.00 WIB, tidak terima perbuatan tersangka orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bartim.

Video terlarang antara tersangka dan korban yang menurut informasi adalah pasangan kekasih ini beredar ketika tersangka dengan sengaja mengupload video tersebut ke group Whatsapp sekolah korban.

“Berdasarkan keterangan tersangka, AS sakit hati ketika diputusi oleh korban. Tersangka mengaku bahwa video tersebut direkam dan disebarkan sendiri melalui HP miliknya yang sekarang HPnya telah kita amankan sebagai barang bukti,” jelas AKP Andhi.

Perwira tampan berkacamata ini menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan korban untuk proses hukum lebih lanjut.

“Untuk sementara tersangka kita jerat dengan pasal 81, pasal 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan tidak menutup kemungkinan juga dikenakan Undang-undang ITE terkait pornografi,” tambahnya. (Kaltengnews)

- Info Redaksi Kalteng News -