Polres Bartim Berkomitmen Berantas Narkoba

Dalam 1 Bulan Polres Bartim Tangkap 6 Pelaku Kejahatan Narkotika

KALTENGNEWS. Barito Timur – Jajaran Polres Barito Timur (Bartim) membuktikan komitmennya untuk bekerja maksimal dalam memberantas kejahatan Narkotika di wilayah hukumnya.

Hanya dalam kurun waktu satu bulan Polres Bartim melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana Narkotika jenis Sabu dengan tersangka sebanyak enam orang yang saat ini masih mendekam di sel tahanan Polres Bartim.

Hal ini diungkap Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK kepada awak media dalam kegiatan Press Release di depan Lobby kantor Polres Bartim, Selasa (10/4/2018) sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam kegiatan Press Release ini Kapolres didampingi Wakapolres Bartim Kompol Arman Muis, SH, SIK, MM., Kasubbagbinops Polres Bartim AKP Sumadi Taruno, Kasatresnarkoba AKP Dhani Sutirta, SH dan Kasattahti Iptu Rusdin Sinaga.

“Keenam tersangka tersebut adalah Ludi Antoni, SH (36) pekerjaan ASN di Tamiang Layang, Ahmad Yani alias Jenderal (45) yang merupakan ketua BPD Desa Muara Plantau, Kusairi alias Usai (53) warga Ampah Kec. Dusun Tengah, Halidi alias Unya (37) warga Balungkang Kec. Dusun Tengah, Muhammad Hamsan alias Undul (25) warga Desa Pudak setegal Kec. Kalua Kalsel dan Edho Jackie (19) Warga Perumahan Dorong Permai I Kec. Dusun Timur,” ungkap Kapolres Bartim.

Kapolres menambahkan dari para tersangka yang berhasil ditangkap, petugas Satresnarkoba Polres Bartim mengamankan barang bukti sebanyak 12 paket Narkotika jenis sabu siap edar dan barang bukti lain terkait kasus tersebut.

“Sejak awal pemberantasan Narkoba di wilayah Kab. Bartim ini, Polres Bartim tidak memandang siap pelaku dan pekerjaannya apabila dia sudah melakukan kejahatan Narkoba akan kita tindak tegas dan proses sesuai hukum,” tegasnya.

Terkait adanya ASN dan perangkat desa yang menjadi tersangka kasus Narkoba, Kapolres mengimbau kepada masyarakat dan pejabat publik atau ASN yang lain yang masih bermain main dengan Narkoba agar segera berhenti dan menjauhi Narkoba.

Para tersangka akan dijerat Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 pasal 114 (1) Jo pasal 112 ayat (1) dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan pidana denda paling sedikit 1 miliar rupiah dan paling banyak 10 miliar rupiah. (Kalteng News)

- Info Redaksi Kalteng News -