Proses Rapid Tes Itu Dilakukan Kapan?. ini Penjelasan dr.Muliyanto!.

Pulang Pisau – Kaltengnews, Berdasarkan data hasil dari rapat analisa dan evaluasi (anev) di Posko Tanggap Darurat Covid-19 Gedung PSC 119 Pulang Pisau, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulang Pisau, dr. Muliyanto Budihardjo, M.Hlth,belum lama ini menjelaskan Kapan rapid tes itu dilakukan, bolehkah rapid tes saja tanpa screening, itu beberapa pertanyaan yang ditemukan tim gugus dilapangan.

Menurut dr. Mul, rapid tes dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan screening terhadap seseorang yang diduga memiliki resiko terpapar covid-19, jadi tidak serta merta dilakukan rapid tes, harus screening dulu.Screening dilakukan melalui wawancara dan penyelidikan epidemologi terhadap individu yang diduga mempunyai resiko terpapar Covid-19.

“Rapid tes merupakan tes keberadaan antibodi terhadap serangan virus di dalam tubuh seseorang, dalam kasus covid-19 biasanya antibodi muncul sekitar hari kesepuluh,tidak semua permintaan rapid tes dapat dipenuhi, pihaknya melakukan rapid tes berdasarkan hasil screening. Alat rapid tes yang dimiliki saat ini terbatas, jadi harus selektif dalam menggunakannya”.

“Lain halnya kalau minta tes swab, selama yang bersangkutan bersedia, kami siap melakukannya, spesimen lendir diambil, selanjutnya dibawa dan diuji ke laboratorium untuk menentukan positif atau tidak terpapar covid-19,” kata dr. Mul.

Kepada tim puskesmas, dr. Mul berpesan agar mereka tetap semangat dan bekerja optimal dalam penanganan covid-19, serta selalu bersabar dalam menghadapi pasien yang mungkin kurang kooperatif,ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulang Pisau, yang juga Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kab. Pulang Pisau, Drs. Salahudin, M.Si mengatakan, perlu dipertimbangkan untuk pendampingan dari pihak aparat penegak hukum setempat untuk mendampingi tim medis dalam melakukan screening terhadap seseorang yang diduga beresiko terpapar covid-19, sehingga screening dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Dalam penanganan covid-19 ini, peran media sangat penting dalam mengedukasi masyarakat, oleh karena itu, kami harapkan teman-teman media bisa memberikan informasi yang edukatif dan mencerahkan, sepanjang data itu fakta”,kata Salahudin.(Romi Hidayat/Pulpis)

- Info Redaksi Kalteng News -