*Proyek transmigrasi Lamandau dipertanyakan*

Nanga Bulik, Kalteng news-Berawal dari menyeruaknya kabar tentang pemutusan kontrak kerja oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) kabupaten Lamandau, Kalteng.

Menarik perhatian beberapa media untuk mendalaminya. Termasuk Kaltengnews yang merasa penasaran tentang penyebab putus kontraknya proyek ini.

Proyek yang menyisihkan Anggaran hampir 6 miliyar Rupiah ini gagal kontrak dan dapat tindakan dari Disnakertran Lamandau.

Menurut Kadis Nakertran, Martinus Apau, S.Pd, M.Si, Dirinya hanya melanjutkan pekerjaan kadis Nakertran terdahulu. “Memang saya hanya melanjutkan pekerjaan pak Kadis yang dulu saja.

Dalam hal ini, pihak kami banyak menerima aduan dari masyarakat sekitar lokasi pelaksanaan proyek. Dan dampai masa PHO pihak rekanan masih mengajukan adendum, dengan alasan kendala alam.

Nah, pada masa akhir waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yakni, Disnakertran Lamandau dengan kontraktor pelaksana, hingga waktu penyelesaian yang ada di addendum, pihak rekanan ini rupanya Pekerjaan masih belum terpasang 100%.

Oleh karena itu Disnakertran Lamandau mengambil keputusan untuk eksekusi memutus kontrak kerja dan melakukan Black List terhadap perusahan kontraktor itu.” Papar Martinus di kantor nya.

Namun, dalam kegiatan ini masih ada ditemukan kejanggalan terkait pembayaran persentase pekerjaan yang sudah repasang.

Masih banyak lagi yang masih jadi misteri dalam kasus ini dan patut ditelusur lebih jauh lagi tentang kalkulasi pencapaian perbulan nya. (yud_Pbn)

- Info Redaksi Kalteng News -